Karya — Layanan katering

Satu identitas untuk dua jenis pemesan

Contoh penyusunan identitas yang harus bekerja untuk pemesan perorangan dan korporat sekaligus.

Contoh susunan, bukan pekerjaan klien

Visual studi kasus

Komposisi geometris untuk contoh studi kasus layanan katering, versi hasil akhir.
Hasil
Komposisi yang sama ditampilkan sebagai garis konstruksi, untuk contoh studi kasus layanan katering.
Konstruksi. Susunan awal: satu sistem, dua tingkat formalitas, diuji berdampingan agar keduanya tetap terlihat satu brand.

Tantangan, pendekatan, dan hasil

Tantangan

Kondisi yang dihadapi

Sebuah layanan katering melayani dua jenis pemesan dengan kebutuhan yang berbeda: perorangan untuk acara keluarga, dan perusahaan untuk acara kantor. Materi promosinya dibuat terpisah untuk keduanya, dan lama-lama keduanya tidak lagi terlihat berasal dari usaha yang sama.

Pendekatan

Cara pekerjaan disusun

Alih-alih membuat dua brand, disusun satu sistem dengan dua tingkat formalitas: susunan tipografi dan warna yang sama, dengan pengaturan yang lebih tenang untuk materi korporat dan lebih hangat untuk materi perorangan. Kedua penerapan diuji berdampingan pada tahap perancangan agar perbedaannya terasa disengaja, bukan seperti dua brand yang tidak sengaja bertabrakan.

Hasil

Yang berubah setelahnya

Materi untuk kedua jenis pemesan tetap terbaca sebagai satu brand, dan tim bisa menyiapkan penawaran baru tanpa memutuskan ulang tampilannya setiap kali. Akun media sosialnya memakai acuan yang sama.

Ruang lingkup

Yang dikerjakan dalam contoh ini

  • Positioning untuk dua segmen
  • Sistem identitas dengan dua tingkat formalitas
  • Template materi penawaran
  • Penerapan di media sosial

Lini layanan terkait

Catatan: seluruh isi halaman ini adalah contoh susunan. Tidak ada nama perusahaan, angka, testimoni, atau hasil kampanye yang dicantumkan, karena tidak ada yang dapat diverifikasi pada saat halaman ini dibuat.

Berikutnya

Panduan brand yang bisa dijalankan vendor

Contoh penyusunan panduan yang bisa dijalankan pihak ketiga tanpa pendampingan.